
Bagi masyarakat Bali, otonan bukan sekadar tradisi. Otonan adalah momen penting sebagai bentuk rasa syukur, doa, dan penghormatan atas kehidupan. Karena sifatnya sakral dan rutin (datang setiap 210 hari sekali), otonan hampir selalu dipersiapkan dengan sungguh-sungguh.
Namun di balik makna spiritualnya, otonan juga membawa kewajiban finansial. Mulai dari banten, konsumsi, hingga persiapan kecil lain yang jika tidak direncanakan dengan baik, bisa mengganggu keuangan sehari-hari.
Agar otonan tetap berjalan khidmat tanpa membuat keuangan goyah, perencanaan sederhana sangat diperlukan. Berikut panduan praktis mengatur keuangan jelang otonan agar tetap aman dan tenang.
Mengapa Dana Otonan Perlu Direncanakan?
Banyak orang baru menyadari besarnya pengeluaran otonan saat hari H sudah dekat. Akibatnya, dana terpaksa diambil dari pos lain, bahkan tidak jarang harus berutang.
Perencanaan dana otonan penting karena:
Dengan perencanaan yang tepat, kewajiban adat tetap terlaksana, tanpa mengorbankan kebutuhan keluarga.
1. Sisihkan Dana Khusus Otonan Sejak Jauh Hari
Langkah paling aman adalah menyediakan dana khusus otonan. Tidak perlu menunggu mendekati hari pelaksanaan.
Misalnya:
Dengan cara ini, beban terasa lebih ringan dan tidak mengganggu cash flow bulanan.
Tips: Simpan dana otonan di rekening terpisah agar tidak tercampur dengan uang belanja harian.
2. Catat Pengeluaran Rutin dan Pengeluaran Adat
Banyak orang rajin mencatat belanja bulanan, tetapi lupa mencatat pengeluaran adat seperti otonan, odalan, atau upacara keluarga.
Padahal, pengeluaran adat adalah bagian penting dari keuangan keluarga Bali.
Mulailah dengan:
Dengan pencatatan sederhana, Anda bisa melihat gambaran keuangan secara utuh dan lebih mudah menentukan strategi menabung.
3. Jangan Campur Uang Usaha dengan Kebutuhan Keluarga
Bagi pelaku UMKM atau usaha kecil, kesalahan yang sering terjadi adalah mencampur uang usaha dengan kebutuhan pribadi, termasuk biaya otonan.
Risikonya:
Solusinya:
Langkah sederhana ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan keuangan jangka panjang.
4. Sesuaikan Besaran Biaya dengan Kondisi Keuangan
Otonan bukan soal kemewahan, tetapi makna dan ketulusan. Tidak ada kewajiban untuk memaksakan biaya besar jika kondisi keuangan belum memungkinkan.
Yang bisa dilakukan:
Mengatur biaya sesuai kemampuan justru membuat hati lebih tenang dan tidak menimbulkan tekanan setelah acara selesai.
5. Miliki Tabungan Cadangan agar Lebih Tenang
Selain dana khusus otonan, tabungan cadangan sangat penting untuk mengantisipasi kebutuhan tak terduga.
Contohnya:
Idealnya, tabungan cadangan setara dengan 3–6 bulan pengeluaran rutin. Dengan tabungan ini, Anda tidak perlu panik atau berutang ketika kebutuhan datang bersamaan.
Perencanaan Sederhana, Keuangan Lebih Terjaga
Mengelola dana otonan tidak harus rumit. Dengan:
Kewajiban adat tetap terlaksana, tanpa mengganggu stabilitas keuangan sehari-hari. Perencanaan sederhana inilah yang membuat hidup lebih tenang, tidak hanya saat otonan, tetapi juga dalam jangka panjang.
Menabung Lebih Tenang Bersama BPR Qaya
BPR Qaya hadir untuk mendampingi masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak dan berkelanjutan. Dengan produk tabungan yang aman dan mudah diakses, Anda bisa mempersiapkan dana otonan, kebutuhan adat, hingga rencana masa depan dengan lebih tenang.
Yuk, menabung di BPR Qaya dan wujudkan pengelolaan keuangan yang lebih tertata dan menenangkan. FS


Tidak perlu menunggu lagi, saatnya Anda mengatur keuangan lebih baik dan mewujudkan rencana dengan layanan perbankan terpercaya.

PT BPR Sedana Qaya Berizin dan Diawasi oleh


